Senin, 28 Maret 2011

Standarisasi Antarmuka

Standarisasi atau pembakuan bertujuan untuk saling menghubungkan sistem antarmuka yang memiliki merk dan ciri khas yang berbeda. Usaha ini diikuti oleh berbagai organisasi agar hasilnya dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan dan saling menguntungkan. Organisasi ini pada dasarnya menentukan standarisasi dalam komunikasi data dan umumnya mereka tidak bekerja sendiri-sendiri tapi bekerja sama.

Seluruh organisasi standar merupakan entitas yang independen, tetapi pada level pelaksanaan, koordinasi dan kerjasama diantara organisasi standard sangat tinggi, sehingga sangat memungkinkan satu organisasi standard mengadopsi standard yang dikeluarkan oleh organisasi standard lainnya.

Organisasi Standarisasi

Di bawah ini adalah beberapa organisasi yang concern dengan perkembangan standar teknologi telekomunikasi dan data internasional maupun dari Amerika.

International Telecommunications Union-Telecommunication Standards Section (ITU-T).
American National Standards Institute (ANSI).
Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).
Electronic Industries Association (EIA).
Selain itu terdapat pula organisasi yang bersifat forum ilmiah seperti Frame Relay Forum dan ATM Forum.
Kemudian ada pula organisasi yang berfungsi sebagai agen regulasi, misalnya Federal Communications Commision (FCC).

Adapun organisasi yang dikenal sebagai organisasi standarisasi yang bertujuan untuk memajukan standard-standard di dunia, yaitu ISO; International Organization for Standarization. Keanggotaan ISO terdiri atas organisasi-organisasi standard nasional yang mendekati 100 negara. Pencapaian ISO dalam bidang telekomunikasi adalah dikembangkannya 7 lapisan Open System Interconnection (OSI) Reference Model.

OSI (Open System Interconnection)

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).

Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. “Lower layer” adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

Layer pada OSI:

1. Upper Layer:

a. Application Layer; Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program email, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

b. Presentation Layer; Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

c. Session Layer; Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi, bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.

2. Lower Layer:

a. Transport Layer; Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling). Transport layer berfungsi untuk menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, meneruskan data ke network layer dan menjamin semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi penerima dengan benar.

b. Network Layer; Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

c. Data Link Layer; Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi.

d. Physical Layer; Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.Layer ini mengatur tentang bentuk interface yang berbeda-beda dari sebuah media transmisi. Spesifikasi yang berbeda misal konektor, pin, penggunaan pin, arus listrik yang lewat, encoding, sumber cahaya dll. Secara umum masalah masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.

Standarisasi Internet

Standarisasi internet adalah sebuah proses jalan panjang yang teruji dan terspesifikasi sehingga menjadi berguna bagi siapa yang bekerja dengan internet. Tentu saja spesifikasi ini dimulai dengan sebuah draft. Kemudian draft internet ini menjadi dokumen acuan kerja yang memiliki umur 6 bulan. Setelah itu akan mendapatkan rekomendasi dari otoritas Internet dan dipublikasikan sebagai Request for Comment (RFC).

TUGAS KOMUNIKASI DATA 2

TUGAS KOMUNIKASI DATA

Standarisasi adalah bahan penting untuk suatu telekomunikasi yang berhasil.Standar ini diberikan sebagai penghargaan terhadap badan penyusun standar
Kesesuaian elektris berarti terminal dan modem menggunakan tegangan yang sama untuk menunjukkan keadaan biner 1 dan 0. Tegangan tersebut antara 0V dan + 5V atau ± 6V
Kesesuaian mekanis berarti plug, socket, dan lain-lain, sesuai satu sama lain dan penghantar yang mempunyai fungsi sama dihubungkan ke pin yang sama.

Senin, 14 Maret 2011

TUGAS KOMDAT 1

Sumber :http://blog.unsri.ac.id/Ziza <a href = "http://blog.unsri.ac.id/Ziza">dari blog saya</a>



Modulasi adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci pada suatu gelombang sinusiuodal yaitu : amplitudo, fase dan frekuensi. Ketiga parameter tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan sinyal informasi (berfrekuensi rendah) untuk membentuk sinyal yang termodulasi.
Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator, sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari dari proses modulasi) disebut demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua proses tersebut disebut modem.
Informasi yang dikirim bisa berupa data analog maupun digital sehingga terdapat dua jenis modulasi yaitu
  • modulasi analaog
  • modulasi digital
Modulasi Analog
Dalam modulasi analog, proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog.
Teknik umum yang dipakai dalam modulasi analog :
  • Modulasi berdasarkan sudut
    • Modulasi Fase (Phase Modulation - PM)
Frekuensi modulasi frekuensi osilator membutuhkan menyimpang baik di atas dan di bawah frekuensi pembawa. Selama proses modulasi frekuensi, puncak setiap siklus berturut-turut dalam bentuk gelombang termodulasi terjadi pada waktu lain selain mereka akan jika operator itu unmodulated. Ini sebenarnya adalah pergeseran fasa insidental yang terjadi seiring dengan perubahan frekuensi di fm. Hanya tindakan yang sebaliknya terjadi di modulasi fase. Sinyal af diterapkan pada FASE MODULATOR di pm. Gelombang yang dihasilkan dari modulator fase pergeseran. Perhatikan bahwa periode waktu setiap siklus berturut-turut bervariasi dalam gelombang termodulasi menurut variasi audio-gelombang. Karena frekuensi merupakan fungsi dari jangka waktu per siklus, kita dapat melihat bahwa seperti pergeseran fasa di carrier akan menyebabkan frekuensi untuk berubah. Perubahan frekuensi fm sangat penting, tetapi dalam pm itu hanya insidental. Jumlah perubahan frekuensi tidak ada hubungannya dengan bentuk gelombang resultan dimodulasi WIB. Pada titik ini perbandingan fm untuk pm mungkin tampak sedikit kabur, tetapi akan jelas sebagai kita maju.


    • Modulasi Frekuensi (Frequency Modulatio - FM)
Modulasi frekuensi adalah suatu metode untuk mengirimkan isyarat frekuensi rendah dengan cara memodulasi frekuensi gelombang pembawa berfrekuensi tinggi. Kecepatan sudut pembawa (ω) dibuat berubah-ubah dengan amplitudo isyarat pemodulasi.
\omega=\omega_o+K_tV_mcos \omega_mt\,\!
Dimana f_o=\frac{\omega_o}{2\pi}\,\!adalah frekuensi tengah pembawa. Dan fm=\frac{\omega_m}{2\pi}\,\! adalah frekuensi isyarat pemodulasi. Dengan integrasi: v=V_ocos \left(\omega_ot+\frac{k_tV_m}{\omega_m}sin 
\omega_mt\right)\,\!

Deviasi frekuensi

Harga maksimum \frac{k_fV_m}{2\pi}\,\!disebut dengan deviasi frekuensi dan ditulis dengan
\Delta\,f     Perbandingan deviasi maksimum dalam Hertz diperoleh dengan
m_f = \frac { \Delta \, f_{max}} {f_{m(max)} \,
 \!}
\therefore\,v=V_o\,cos (\omega_ot+m_f\,sin 
\omega_mt)\,\!

Kelebihan

Keunggulan FM terhadap AM adalah:
1.      Amplitudo yang konstan dari gelombang FM memungkinkan efisiensi pemancar yang tinggi.
2.      Desah pada isyarat FM hanya sepertiga dari desah isyarat AM untuk lebar jalur yang sama.

Kekurangan

Kerugian FM adalah kebutuhannya akan lebar jalur yang lebih lebar
B_w=2m_ff_{m(max)}=2\Delta\,f_{max}\,\!
Untuk siaran hiburan, harga fm(max) biasanya adalah \pm75 kHz yang memungkinkan frekuensi pemodulasi sebesar 15 kHz.

  • Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation - AM)
    • Double-sideband modulation with unsuppressed carrier (used on the radio AM band)
    • Double-sideband suppressed-carrier transmission (DSB-SC)
    • Double-sideband reduced carrier transmission (DSB-RC)
    • Single-sideband modulation (SSB, or SSB-AM), very similar to single-sideband suppressed carrier modulation (SSB-SC)
    • Vestigial-sideband modulation (VSB, or VSB-AM)
§  Vestigial sideband amplitudo modulation (vcbam)
A vestigial sideband (dalam komunikasi radio) adalah sideband yang telah hanya sebagian dipotong atau ditekan. Siaran televisi (terlepas dari NTSC, PAL, SECAM atau format video analog) menggunakan metode ini jika video ditransmisikan dalam AM, karena bandwidth yang besar digunakan. Hal ini juga dapat digunakan dalam transmisi digital, seperti 8 ATSC-standar-VSB.
    • Quadrature amplitude modulation (QAM)
Modulasi amplitude kuadratur
Modulasi amplitudo kuadratur (quadrature amplitude modulation, QAM) merupakan gabungan dari modulasi amplitudo dan modulasi fase yang dioprasikan pada laju 1200 bit / detik keatas. Aliran bit data dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 4 bit, disebut sebagai kuabit, sehingga terdapat 24 / 16 kombinasi : 0000, 0001, 0010, dan seterusnya.
Modulasi jenis ini adalah modulasi yang paling mudah dan sederhana sederhana,tetapi mudah dipengaruhi oleh keadaan transmisinya
Gelombang pembawa (carrier wave) diubah amplitudonya sesuai dengan signal informasi yang akan dikirimkan. Modulasi ini disebut juga linear modulation, artinya bahwa pergeseran frekwensinya bersifat linier mengikuti signal informasi yang akan ditransmisikan
Modulasi Digital
Dalam modulasi digital, suatu sinyal analog di-modulasi berdasarkan aliran data digital.
Perubahan sinyal pembawa dipilih dari jumlah terbatas simbol alternatif. Teknik yang umum dipakai adalah :
  • Phase Shift Keying (PSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan fase.
  • Frekeunsi Shift Keying (FSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan frekuensi.
  • Amplitudo Shift Keying (ASK), digunakan suatu jumlah terbatas amplitudo.